Pages

Featured 1

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 2

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 3

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 4

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 5

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Mei 2011

Akhiri Harlah Ke 77, GP Ansor Konvoi Tolak Radikalisasi Agama




GEBOG  -  Peringatan Hari lahir ke 77 GP Ansor kabupaten Kudus yang dilaksanakan PAC GP Ansor Kecamatan Gebog, Jum’at (29/4) kemarin diakhiri dengan konvoi Ansor dan Banser menolak radikalisasi Agama.

Sebanyak 200 anggota Ansor-Banser mengendarai sepeda motor menelusuri jalan-jalan protokol sampai pelosok pedesaan tepatnya di wilayah kecamatan Gebog Kudus. Mereka menyerukan menolak gerakan radikalisasi agama yang belakangan mulai berkembang di tengah-tengah masyarakat.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan sekretaris PAC GP Ansor Gebog Afif Adnan, GP ansor menengarai adanya gerakan kelompok radikal merambah pelosok pedesaan termasuk ke sejumlah lembaga pendidikan. Gerakan tersebut menjalankan aktifitasnya dengan dalih berdakwah padahal semestinya untuk menambah jaringan dan kekuatan terwujudnya Negara Islam Indonesia (NII).

“Dengan tegas GP Ansor menyatakan menentang gerakan tersebut karena akan melahirkan terorisme berkedok jihad islam di muka bumi ini. Jihad model tersebut tidak sesuai ajaran Islam yang menyerukan kedamaian dan kasih sayang antar sesama,” tegas Afif saat membacakan pernyataan sikap sebelum konvoi.

Terkait dengan hal itu, Ansor mendesak kepada pemerintah baik pusat maupun daerah untuk menghentikan gerakan radikalisasi agama dan terorisme sampai tuntas dan mengambil tindakan yang tegas terhadap keberadaan NII.

“Banser-Ansor siap menjadi lokomotif secara preventif dalam menanggulangi dan memberantas terorisme yang meresahkan masyarakat,” tandas pria  jebolan INISNU Jepara ini

Dalam kesempatan tersebut, Ansor–Banser juga  berikrar kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Bahkan dengan tegas Ansor-Banser siap tampil pada garda terdepan menjaga keutuhan dan kedaulatan NKR dari segala rongrongan dan pengkhianatan yang dilakukan pihak manapun baik dalam maupun luar negeri.

“Bagi Ansor-Banser, NKRI adalah final!” imbuh Afif tegas.

Diakhir pernyataannya, kader GP Ansor–Banser kemendesak pemerintah membersihkan NKRI dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

Santunan Yatim Piatu

Rangkaian peringatan harlah ke-77 GP Ansor tingkat anak cabang Gebog Kudus dilaksanakan berbagai kegiatan, yakni  Diklatsar Banser (17 April 2011)  di gedung JHK Gebog, Santunan yatim piatu kepada 85 anak se kecamatan Gebog  (23/4) di Gedung MWC NU Gebog dan diakhiri konvoi menolak radikalisasi agama.

“Khusus konvoi ini tidak hanya anggota banser Gebog saja yang mengikutinya melainkan juga dari PAC Ansor kecamatan Dawe dan Jekulo,” terang Afif Adnan. (qomarul adib). 

Kamis, 14 April 2011

Pendidikan Harus Dibarengi Pembersihan Jiwa


BAE - Proses pendidikan seyogyanya tidak hanya sekadar mentransfer ilmu saja melainkan juga harus dibarengi  pembersihan jiwa maupun kepribadian (tazkiyatun nufus) bagi anak didik. Dengan demikian hasil didikan  akan lahir intelektual muslim  yang pinter dan benar, berjiwa besar, berakhlakul karimah serta memperoleh keuntungan di kemudian hari. 

“Dengan Tazkiyatun nufus, selain mencegah lahirnya intelektual muslim yang sombong pemikirannya juga mampu mencetak sarjana yang sarjono (dasar bejone ono/ memperoleh keuntungan),” kata ulama asal Semarang Habib Umar Muthohar dalam acara pengajian dan Istighosah dalam rangka dies Natalis ke XIV Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus di kampus Desa Ngembal Rejo Bae Kudus, Rabu (13/4) malam.

Di depan ratusan hadirin yang sebagian besar mahasiswa STAIN ini, Habib Umar mencontohkan upaya pembersihan jiwa ini sesuai yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW pada masa-masa jahiliyah. Selain memberikan ilmunya, Nabi Muhammad juga mengubah jiwa pengikut dan sahabatnya menjadi sholih, penyayang dan penyabar.

“Buktinya, lahir generasi pengganti beliau seperti Abu bakar, Umar bin Khattab,Ali bin Thalib dengan  sifat dan prilaku yang santun dan sabar. Termasuk saat  menghadapi  godaan dan ancaman, para sahabat itu bisa menahan amarah ,”tambahnya.

Dengan diselingi humor, Habib Umar  mengingatkan intelektual muslim tidak memandang agama dengan  pemikiran bebas karena akan bisa merusak keyakinan. Pemikiran bebas hanya bisa dilakukan melalui politik, ekonomi, dan budaya. 

“Karena agama itu wahyu Allah, jadi tidak bisa dirubah dengan pikiran bebas. Malah seharusnya kita perteguh seraya berpikir rasional terhadap wahyu itu sehingga bisa tambah jaya dan maju.”tandasnya

Diakhir ceramahnya, Habib mengajak komponen  STAIN selalu menjaga kemurnian ilmu agama dengan memadukan ilmu modern yang benar sehingga akan lahir sarjana terpilih yang mampu menjawab kebingungan ummat.

“Jangan menjadi pemikir yang neko-neko dan hanya mencari popularitas saja. Ini akan menambah bingung ummat,”pintanya.

Pengajian dan istighosah ini sebagai puncak penutupan rangkaian kegiatan Dies Natalies ke XIV STAIN Kudus yang berlangsung selama dua pekan. Selain Habib Umar, hadir juga sejumlah Habaib asal Kudus dan Rektor STAIN Kudus Prof. Abdul Hadi dan tenaga pengajar serta tamu undangan lainnya. (qomarul adib)

Rabu, 13 April 2011

Dalam Kondisi Apapun, NU Mampu Pecahkan Persoalan Umat

GEBOG - Dalam kondisi apapun, Nahdlatul Ulama mampu menyelesaikan persoalan ummat. Pasalnya, NU memiliki banyak metode yang sering dipakai warga NU memecahkan masalahnya. Selain diawali  dengan analisa masalah, NU dalam memutuskan hukum masalah juga mempertimbangkan dampak atas solusi yang dihasilkan.

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Cabang Lembaga Kajian Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Cabang Kudus Asyrofi Masyitho saat menghadiri kegiatan bahsul masail diniyyah yang diselenggarakan MWC NU Kecamatan Gebog di masjid Darussalam Desa Karangmalang Gebog Kudus, Selasa (12/4).

Menurut Asyrofi, perkembangan zaman terutama dinamika sosial belakangan ini selalu memunculkan permasalahan  di tengah-tengah masyarakat. Sehingga membutuhkan solusi jawaban akan hukum keagamaan.

“Setiap ada masalah penyelesaiannya tidak bermadzhab qouli (mengambil yang sudah jadi) tetapi memulai dengan dengan jalan pikiran dan metode (manhaji) imam madzhab empat,” ujar Asyrofi.

Asyrofi mengapresiasi adanya program bahtsul masail diniyyah yang dilakukan Nahdlatul Ulama. “Melalui bahtsul masail ini, akan bisa sebagai wadah sekaligus solusi atas problematika keagamaan yang muncul di masyarakat,” tambah mantan ketua DPRD Kudus ini.

Sementara itu, Ketua MWC NU Gebog KH Ibrohim Kholili mengajak warga NU memiliki organisasi secara jam’iyah. Sebab, belakangan banyak masyarakat yang hanya melakukan amalan-amalan NU tanpa mau bergabung dengan organisasi NU.

“Banyak yang punya pikiran, kalau sudah mengamalkan tahlilan dan manaqib itu sudah NU. Padahal sekarang ini  warga lain juga melaksanakan tradisi NU,” katanya saat memberikan sambutan.

Dikatakannya, keberadaan Nahdlatul Ulama harus kuat secara jamaah juga jam’iyah agar organisasi tidak mudah dimanfaatkan oleh orang lain non NU.

“Oleh karenanya, pengurus NU di ranting harus bisa menyuarakan dan melaksanakan program NU secara rutin untuk kepentingan anggota dan masyarakat,” tegasnya penuh harap.

Kegiatan bahtsul masail yang diikuti puluhan kiai, pengurus dan anggota ranting NU se kecamatan Gebog ini membahas permasalahan keagamaan yang diperoleh dari warga NU.

“Bahtsul masail ini  merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan satu bulan sekali dan tempatnya bergiliran di masing-masing ranting,” tambah KH Ibrohim usai acara. (qomarul adib)